<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jogja Daily Photo - Latest Comments</title><link xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="http://api.friendfeed.com/2008/03#sup" href="http://disqus.com/sup/all.sup#forumcomments-e0cacc91" type="application/json"/><link>http://jogjadailyphoto.disqus.com/</link><description></description><atom:link href="http://jogjadailyphoto.disqus.com/comments.rss" rel="self"></atom:link><language>en</language><lastBuildDate>Mon, 05 Sep 2011 22:24:28 -0000</lastBuildDate><item><title>Re: Coro Bikang ala Prawirotaman</title><link>http://suarajogja.net/photoblog/2010/05/coro-bikang-ala-prawirotaman/#comment-303269104</link><description>Waa ini dia... deket rumah.. jadi laper.. :)</description><dc:creator xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Karangkajen, Jogja</dc:creator><pubDate>Mon, 05 Sep 2011 22:24:28 -0000</pubDate></item><item><title>Re: Coro Bikang ala Prawirotaman</title><link>http://suarajogja.net/photoblog/2010/05/coro-bikang-ala-prawirotaman/#comment-201261374</link><description>seandainya di apelmbang juga buka cabang....hmmmmee... jadi ngak sulit gw cari coro bikang. Cos my wife lagi ngidam mau makan coro bikang, tapi harus beli bukan bikin &lt;br&gt;</description><dc:creator xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">B4chfuad</dc:creator><pubDate>Wed, 11 May 2011 00:51:22 -0000</pubDate></item><item><title>Re: Coro Bikang ala Prawirotaman</title><link>http://suarajogja.net/photoblog/2010/05/coro-bikang-ala-prawirotaman/#comment-165431822</link><description>Anak2 sering dijadikan landasan u/ soft selling. Jika anak merengek. dan orang tua mampu, pasti dibeli deh itu barang. Maka, buat puas satu anak, suruh dia cerita kepada teman2nya. Teman2 lapor ke orang tua, dan lakulah produk itu.</description><dc:creator xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">cheap yogyakarta hostel</dc:creator><pubDate>Mon, 14 Mar 2011 02:44:19 -0000</pubDate></item><item><title>Re: Satu Siang diatas Prameks</title><link>http://suarajogja.net/photoblog/2010/09/satu-siang-diatas-prameks/#comment-123143205</link><description>keren bgt nih bang photonya..&lt;br&gt;gw jadi inget naek pramek juga dari jogja ke cirebon..</description><dc:creator xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Wank Bonez</dc:creator><pubDate>Sun, 02 Jan 2011 11:29:11 -0000</pubDate></item><item><title>Re: Sekaten | Jogja</title><link>http://suarajogja.net/photoblog/?p=81#comment-84223274</link><description>Miris Greteh Nggrantes&lt;br&gt;Sudah benarkah tulisan acara JJC 2010 di Banner ini..Devile klo nggak keliru kan artinya Setan: Peringatan HUT Yogya Dinilai Hanya Hura-hura REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA--Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Yogyakarta ke-254 pada 7 Oktober 2010 mendatang..., dinilai Dewan Kebudayaan (DK) setempat banyak menonjolkan sisi hura-hura semata. Bahkan peringatan HUT yang menelan anggaran pada APBD setempat sebesar Rp 2,050 Miliar tersebut dinilai tidak memberikan makna introspektif terhadap sejarah berdirinya kota Yogyakarta. Ketua DK Kota Yogyakarta, Drs Achmad Charis Zubair SU, mengatakan HUT Kota Yogyakarta seharusnya bukan hanya menjadi ajang untuk peringatan-peringatan yang nilainya hura-hura saja tetapi justru menjadi ajang untuk restropeksi, introspeksi, dan merancang prospek ke depan bagi Yogya sendiri. ''Jadi bukan semata-mata untuk peringatan dengan hura-hura tetapi justru bagaimana HUT ini dijadikan untuk memahami sejarah berdirinya Kota Yogyakarta, ajang mawas diri apa yang sudah dilakukan serta merancang apa-apa yang akan dilakukan bagi kota ini ke depan,'' ujarnya di Yogyakarta, Senin (4/10). Menurutnya, peringatan HUT Yogya yang dirancang dengan berbagai kegiatan termasuk //jogja java carnival// (JJC) yang menelan dana Rp 1,5 miliar tersebut tidak akan membekas pada hati masyarakat dan akan hilang maknanya begitu saja. Sebab peringatan tersebut tidak melambangkan ruh terhadap berdirinya kota Yogyakarta itu sendiri. Ketua II DK Kota Yogyakarta, Muhammad Suhud, bahkan menilai JJC yang akan digelar di sepanjang Jalan Malioboro (16/10) itupun tidak merepresentasikan Yogya sebagai Kota Budaya.Padahal kata dia, representasi Yogya sebagai kota budaya itu harusnya justru terlihat pada peringatan HUT Yogya sendiri. ''Ada beberapa tari Kraton Yogyakarta yang dinilai sakral dan hanya ditarikan di bangsal Kraton tetapi di karnaval itu tari-tari seperti beksan lawung dan srimpi ditarikan di jalanan. Apakah ini representasi Yogya sebagai Kota Budaya,'' kritiknya. Red: Budi Raharjo Rep: Yulianingsih</description><dc:creator xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Wgyj</dc:creator><pubDate>Tue, 05 Oct 2010 01:55:04 -0000</pubDate></item><item><title>Re: Jogja Fashion Week 2009</title><link>http://suarajogja.net/photoblog/?p=47#comment-65833574</link><description>Kami pengelola website Balai Pelayanan Bisnis Disperindagkop DIY mohon izin untuk menggunakan photo pada kegiatan JFW di halaman ini, terimakasih</description><dc:creator xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Balai_bisnis</dc:creator><pubDate>Tue, 03 Aug 2010 07:47:55 -0000</pubDate></item><item><title>Re: Tayungan, a Javanese Classical Dance</title><link>http://suarajogja.net/photoblog/?p=112#comment-50080298</link><description>Thanks, Mbak Heni ... :)</description><dc:creator xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">suarajogja</dc:creator><pubDate>Thu, 13 May 2010 06:22:29 -0000</pubDate></item><item><title>Re: Tayungan, a Javanese Classical Dance</title><link>http://suarajogja.net/photoblog/?p=112#comment-49741379</link><description>Actually, tayungan was a kind of step training for male character. It can be alusan ( refine style), and gagahan ( strong, macho style). The main training were jogedan and tayungan itself.</description><dc:creator xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">heni</dc:creator><pubDate>Tue, 11 May 2010 11:02:37 -0000</pubDate></item><item><title>Re: The Young Archer</title><link>http://suarajogja.net/photoblog/2010/05/the-young-archer/#comment-49486897</link><description>A great action shot!&lt;br&gt;Close and sharp. I like it!:)</description><dc:creator xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Gunn White</dc:creator><pubDate>Tue, 11 May 2010 01:58:58 -0000</pubDate></item><item><title>Re: Jogja in 1913: Nieuwe Weg (Ass. Residents Woning), Djocdja</title><link>http://suarajogja.net/photoblog/?p=100#comment-48694762</link><description>Mr. Herald, thanks for sharing ...</description><dc:creator xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">suarajogja</dc:creator><pubDate>Thu, 06 May 2010 12:29:45 -0000</pubDate></item></channel></rss>
